Sistem
operasi client server
Sistem
operasi modem memiliki kecendrungan untuk memindahkan kode ke lapisan yang
lebih tinggi dan menghapus sebanyak mungkin, kode-kode tersebut dari sistem
operasi sehingga akan meninggalkan keruel yang minimal. Konsep ini biasa
diimplementasikan dengan dengan cara menjadikan fungsi-fungsi yang ada pada
sistem operasi menjadi user proses. Jika satu proses minta untuk dilayani,
misalnya satu blok file, maka user proses {disini dinamakan: Client proses}
mengirim permintaan tersebut ke user proses. Server proses akan melayani
permintaan tersebut kemudian mengirimkan jawabannya kembali. Semua pekerjaan
keruel dilakukan pada pengendalian komunikasi antara client dan server. Dengan
membagi sistem operasi menjadi beberapa lapisan, dimana tiap-tipa bagian
mengendalikan satu segi sistem, seperti pelayanan file, pelayanan proses,
pelayanan terminal, atau pelayanan memori, maka tiap-tiap bagian menjadi lebih
sederhana dan dapat diatur selain itu, oleh karena semua server berjalan pada
user mode proses, dan bukan merupakan monitor mode, maka server tidak dapat
mengakses hardware secara lansung. Akibatnya, jika terjadi kerusakan pada file
server, maka pelayanan file akan terganggu. Namun hal ini tidak akan sampai
menganggu sistem lainnya.
Masalah
yang sering terjadi pada system client –server adalah tidak semua tugas dapat
dijalankan di tingkat pemakai, tapi kesulitan
ini dapat di atas dengan:
ü
Proses
server kritis tetap di kernel, yaitu proses yang biasanya berhubungan dengan
hardware.
ü
Mekanisme
ke kernel seminimal mungkin sehingga pengaksesan ruang pemakai dapat dilakukan
secepat mungkin.
Gambar 17. Model struktur sistem operasi client server
Gambar 18 Model client server pada jaringan
terdistribusi
Keuntungan dari model client server ini antara lain
adalah sebagai berikut:
ü
Dapat
diadaptasikan pada sistem terdistribusi.
ü
Jika
suatu client berkomunikasi dengan server dengan cara mengirimkan pesan, maka
server tidak perlu tahu apakah pesan itu dikirim oleh dan dari mesin itu
sendiri {local} atau dikirim oleh mesin yang lain melalui jaringan.
ü
Pengembangan
dapat dilakukan secara modular.
ü
Kesalahan
pada suatu subsistem tidak menganggu subsistem lain sehingga tidak
mengakibatkan system mati secara keseluruhan.
Sedangkan
kelemahan dari system client-server adalah : Pertukaran pesan dapat menjadi
bottleneck dan Layanan dilakukan secara “lambat” karena harus melalui
pertukaran pesan antar client-server.


0 komentar
Post a Comment